
Upacara Senin Pagi di SKB Ajibarang: Tingkatkan Literasi Sains, Kreativitas, dan Rasa Memiliki terhadap Lembaga

Upacara Senin Pagi di SKB Ajibarang: Tingkatkan Literasi Sains, Kreativitas, dan Rasa Memiliki terhadap Lembaga
Ajibarang, 21 September 2026 — Suasana Senin pagi di SKB Ajibarang berlangsung dengan khidmat. Seluruh warga belajar mengikuti kegiatan upacara bendera yang dilaksanakan di lapangan SKB Ajibarang, Senin (21/9/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu sarana untuk menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, serta membangun karakter warga belajar.
Bertindak sebagai pembina upacara, Ibu Rini Fitriadin, S.Pd., selaku Plt. Kepala SKB Ajibarang, menyampaikan amanat yang berisi pesan-pesan penting bagi seluruh murid. Dalam amanatnya, beliau mengajak murid untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai fenomena yang terjadi di lingkungan sekitar, salah satunya fenomena terbakarnya Gunung Putri yang dipicu oleh kondisi kekeringan.
Menurut beliau, peristiwa tersebut dapat menjadi bagian dari pembelajaran nyata dalam menerapkan literasi sains. Murid tidak hanya belajar sains melalui buku dan pembelajaran di kelas, tetapi juga perlu mampu mengamati, memahami, serta mencermati berbagai fenomena alam yang terjadi di sekitar mereka. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan mengambil langkah yang tepat dalam menghadapi kondisi yang terjadi.
Selain literasi sains, Ibu Rini juga mendorong murid untuk terus mengembangkan kreativitas dengan memanfaatkan potensi lokal. Berbagai bahan yang selama ini dianggap sederhana atau kurang bernilai ternyata dapat diolah menjadi karya yang menarik dan memiliki nilai edukatif.
Salah satu contoh yang disampaikan adalah singkong. Tidak hanya bagian umbinya yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, tetapi bagian kulit singkong juga dapat dikembangkan menjadi bahan kerajinan. Kulit singkong dapat dimanfaatkan untuk membuat wayang dari kulit singkong, sehingga bahan lokal yang sederhana dapat diubah menjadi karya seni yang kreatif sekaligus menjadi media untuk mengenal dan melestarikan budaya.
Pesan lain yang ditekankan dalam amanat upacara adalah pentingnya menumbuhkan rasa handarbeni atau hangduweni, yaitu rasa memiliki terhadap SKB Ajibarang. Setiap murid diharapkan tidak hanya datang untuk belajar, tetapi juga merasa menjadi bagian dari lembaga sehingga memiliki kepedulian untuk menjaga, merawat, dan memelihara lingkungan SKB Ajibarang.
Rasa memiliki tersebut dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Murid diingatkan untuk ikut menjaga kebersihan fasilitas lembaga, termasuk kantin SKB Ajibarang agar tetap bersih, rapi, dan tidak kumuh. Lingkungan yang bersih dan nyaman merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga SKB Ajibarang.
Dalam amanatnya, beliau juga mengingatkan murid untuk senantiasa menjaga sikap dan penampilan sebagai seorang pelajar. Murid diharapkan tampil rapi, sederhana, dan sesuai dengan ketentuan lembaga, serta tidak bersolek secara berlebihan. Penampilan yang baik hendaknya tetap mencerminkan sikap seorang pelajar yang mengutamakan kesopanan, kedisiplinan, dan kesiapan untuk belajar.
Upacara Senin pagi tersebut tidak hanya menjadi kegiatan rutin awal pekan, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali mengingatkan seluruh murid tentang pentingnya literasi sains, kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, serta rasa memiliki terhadap lembaga.
Melalui pesan-pesan tersebut, diharapkan seluruh warga belajar SKB Ajibarang mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat belajar, berkarya, menjaga lingkungan, dan memiliki rasa handarbeni terhadap lembaga, SKB Ajibarang terus berupaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, bersih, dan mendukung tumbuhnya murid yang mandiri serta kreatif.